Bintang SEA Games Yang Layak Dilirik Klub Liga 1 Indonesia

Sejumlah pemain unjuk gigi di SEA Games tahun ini dan punya kualitas mumpuni untuk bisa bersaing di Liga 1.

Gelaran fase grup SEA Games 2017 sudah berakhir dan emapt tim yakni Malaysia, Indonesia, Thailand dan Myanmar sudah memastikan tiket menuju semi-final.

Terdapat sejumlah pemain yang menampilkan kualitas mereka selama tampil di babak grup dan menjadi tulang punggung atas performaimpresif yang ditampilkan tim masing-masing.

Jika selama ini kebanyakan klub Liga 1 Indonesia cenderung ‘berjudi’ dalam merekrut pemain asing, maka tak ada salahnya untuk melirik sederet bintang SEA Games yang Goal Indonesia rangkum berikut ini.

Ibarat mesin diesel, Thailand cenderung lambat panas di pentas SEA Games kali ini dan sempat tampil tak meyakinkan sejak awal. Hanya saja, perlahan mereka mulai mampu menemukan irama permainan dan salah satunya tak lepas dari kontribusi konsisten Phitiwat Sukjitthammakul yang menjadi andalan di sektor tengah.

Gelandang lulusan JMG Academy — yang punya afiliasi dengan Arsenal di berbagai negara — tersebut piawai mengatur tempo permainan tim dan juga bagus dalam mengeksekusi bola mati seperti yang ditunjukkannya ketika membobol gawang Vietnam. Di usia 22 tahun, Phitiwat sudah memiliki pengalaman matang di level profesional dengan pernah memperkuat Muangthong United, BEC Tero Sasana dan kini Changrai United.

Thanabalan Nadarajah, Malaysia U22, SEA Games, 21082017

Cepat, tajam dan pandai memanfaatkan peluang, itulah gambaran kualitas yang dimiliki Thanabalan Nadarajah. Datang dari klub kasta ketiga, awalnya banyak yang tak mengetahui kualitasnya. Namun ajang SEA Games kali ini menjadi pembuktiannya dengan muncul sebagai mesin gol Malaysia.

Total tiga gol dicetak penyerang yang bermain untuk Felcra FC tersebut. Thanabalan memiliki motivasi besar dalam berkarier di sepakbola demi ayahnya yang saat ini lumpuh akibat mengalami kecelakaan. Jika tetap konsisten, bukan tak mungkin sang pemain berusia 22 tahun bisa mengikuti jejak sukses seniornya, Safee Sali yang juga pernah merumput di Indonesia.

Aung Thu, Myanmar, SEA Games

Jika Argentina kerap mengelu-elukan Lionel Messi, maka Myanmar punya sosok Aung Thu. Baru berusia 21 tahun, namun reputasi sang striker sudah begitu besar di negaranya. Bakat besarnya sudah pernah dibuktikan ketika membawa Myanmar tampil di Piala Dunia U-20 pada 2015 lalu.

Di saat rekan-rekannya mengalami fase naik turun di level profesional, Aung Thu tetap mampu mempertahankan kualitasnya baik bersama tim senior dan di SEA Games kali ini. Empat gol sudah dicetaknya selama fase grup dan menjadikannya sebagai top skor sementara. Talentanya sudah terlalu besar bagi pentas sepakbola domestik Myanmar, dengan sukses menjadi pemain terbaik Myanmar National League tahun kemarin. Melebarkan karier ke mancanegara menjadi pilihan terbaik bagi andalan Yadanarbon FC tersebut pada titik ini.

Doan Van Hau, Vietnam, SEA GamesDoan Van Hau, Vietnam, SEA Games

Doan Van Hau menjadi salah satu penggawa yang paling berkontribusi pada performa eksplosif Vietnam sepanjang fase grup SEA Games. Memang Vietnam tak lolos ke semi-final, namun Van Hau dan kolega bermain begitu atraktif hingga menjadi tim paling subur.

Secara keseluruhan turnamen, bek dengan tinggi 185cm yang biasa ditempatkan di sisi kanan tersebut tampil solid baik dalam bertahan maupun menyerang, yang terpancar di laga pertama lawan Timor Leste dengan sumbangan dua gol dan satu assist. Usianya baru 18 tahun, namun sudah mampu menembus skuat utama Hanoi FC. Jika belum menemukan kebintangannya di pentas V-League, maka mencari tantangan baru di mancanegara masih mungkin dilakukan Van Hau seperti kebanyakan pemain muda Vietnam lainnya.

Bersama dengan Indonesia, gawang Thailand menjadi yang paling sedikit kebobolan dalam gelaran SEA Games kali ini. Catatan tersebut tentunya tak lepas dari kontribusi optimal yang ditampilkan penjaga gawang andalan mereka, Nont Muangngam.

Memiliki tinggi 180cm, posturnya tergolong ideal untuk kiper di level Asia Tenggara. Selain tampil solid sejauh ini, kualitasnya sudah teruji di level klub profesional dengan sudah beberapa kali dipercaya Chiangrai United tampil di ajang Thai League. Sang kiper berusia 20 tahun pernah menimba ilmu di klub Prancis, AS Nancy dan apabila terus mengembangkan kualitasnya maka di masa mendatang Thailand tak akan khawatir ditinggal pensiun Kawin Thamsatchanan dan juga mantan idola Persib Bandung, Sinthaweechai Hathairattanakool bila pensiun.

Vietnam's Luong Xuan Truong - 2016 AFF Suzuki Cup

Generasi skuat U-19 yang menjadi runner-up Piala AFF pada 2013 lalu memberi jaminan bagus bagi Vietnam untuk beberapa tahun ke depan. Luong Xuan Truong adalah salah satunya dan bersama dengan Nguyen Cong Phuong dan Nguyen Tuan Anh, mereka kini sudah menjadi tulang punggung tim nasional senior.

Secara garis besar perbandingan, maka Xuan Truong adalah Evan Dimas-nya Vietnam. Gelandang berusia 22 tahun tersebut memiliki keunggulan dalam visi bermain, umpan-umpan yang akurat, eksekutor tendangan bebas serta punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Kualitasnya pernah memikat perhatian Arsene Wenger di usia muda ketika masih berada di JMG Academy yang berafiliasi dengan Arsenal. Setelah sukses menembus tim utama Hoang Anh Gia Lai, ia mengambil tantangan berkiprah di Korea Selatan bersama Incheon United pada 2015 lalu dan juga tahun ini dengan status pinjaman di Gangwon FC.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Goal.com ID

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *