Kasus Marcio Souza Perburuk Sepakbola Indonesia

Pasalnya, Marcio Souza pernah cukup lama merumput di persepakbolaan tanah air, termasuk memperkuat beberapa klub papan atas seperti Persib Bandung dan Arema.
Hal tersebut setidaknya yang menjadi sorotan oleh Save Our Soccer (SOS). Akmal Marhali selaku Koordinator SOS mengaku prihatin dan meminta kepada segenap jajaran stakeholder sepakbola Indonesia, termasuk pihak yang berwajib, untuk benar-benar serius dalam upaya memberantas berbagai kasus pelanggaran di persepakbolaan nasional.
SOS sangat prihatin terhadap disebutnya nama Indonesia untuk kasus match acting, match setting, dan match fixing, kata Akmal Marhali di Jakarta beberapa waktu lalu.
Karena itu, SOS meminta kepada PSSI, Pemerintah, dan Kepolisian Indonesia bekerjasama untuk memberikan perhatian khusus soal match fixing di bola Indonesia. SOS juga meminta kelak Kapolri baru, Tito Karnavian, bisa mengambil peran memerangi match fixing di Indonesia, imbuhnya.
Nama Indonesia memang disebut-sebut oleh beberapa media lokal di Brasil terkait ditangkapnya Marcio Souza oleh pihak kepolisian di sana. Ini bukan hal yang aneh karena Marcio Souza pernah 8 musim merumput di Indonesia sebelum akhirnya kembali ke Brasil sejak tahun 2013 lalu.
Marcio Souza datang pertama kali ke Indonesia tahun 2006 dan bergabung dengan Persela Lamongan hingga 2009. Kemudian, pria yang kini telah berusia 31 tahun ini pindah ke Semen Padang (2009-2010), Deltras Sidoarjo (2010-2011), Arema (2011-2012), Persib Bandung (2012-2013), dan Perseman Manokwari (2013).

agathatorres.com bola 88 net Sumber: Sidomi