Ketika Sang Raksasa Seperti Lumpuh

Real Madrid terus mengalami kemerosotan di Liga Spanyol. Mereka pun seperti tidak tahu apa yang dapat dilakukan untuk membangkitkan diri.

Sang juara bertahan Spanyol dan Eropa, kini tertinggal 16 poin dari pemuncak klasemen Liga Spanyol Barcelona setelah bermain imbang 2-2 di markas Celta Vigo pada Minggu, berada di ambang krisis.

Menghuni peringkat keempat di klasemen dan dipermalukan 0-3 oleh rival abadi Barca sebelum Natal, Real nyaris tak memiliki peluang untuk mempertahankan gelar liga dan masih menghadapi banyak masalah.

Laju Real untuk menjuarai Liga Champions untuk musim ketiga secara beruntun bergantung pada hasil pertandingan mereka melawan Paris St Germain (PSG) di putaran 16 besar. Laga nanti akan cukup sulit bagi pasukan Zinedine Zidane, terutama bila hanya tampil seperti di laga-laga Liga Spayol.

Real Madrid juga belum bergerak di bursa transfer. Sementara Barcelona telah memperkuat skuadnya dengan mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool. Atletico telah merekrut kembali penyerang Chelsea Diego Costa dan mendatangkan pemain Sevilla Vitolo ke tim mereka.

Pemain bertahan Marcelo meyakini Real telah melakukan semua yang mereka bisa untuk memperbaiki peruntungannya.

“Kami memulai pertandingan (melawan Celta Vigo) dengan berlari dan bertarung, namun itulah sepak bola. Kami tidak dapat melakukan lebih dari itu,” ucapnya kepada para pewarta.

Bek asal Brasil itu menilai timnya harus terus berusaha. “Kami melakukan apa yang kami mampu, berusaha memainkan sepak bola yang bagus, mencetak gol-gol, namun itu tidak berhasil. Kami harus menghadapi hal ini, keluar sana dan berlari. Tidak ada cara lain.”

Sementara itu, Zidane menyadari timnya sedang berada dalam masalah namun tidak dapat menentukan penyebabnya. “Saya telah mendeteksi masalah karena saya bertanggung jawab,” kata pelatih asal Prancis ini. “Dan saya akan berusaha dan kami akan berusaha.”

Tidak biasanya bagi tim dengan sederet pemain hebat di lini serang, raihan gol telah menjadi masalah utama musim ini dan tidak ada pemain yang mengoleksi lebih dari empat gol di Liga Spanyol.

Cristiano Ronaldo telah mencatatkan 15 gol di semua kompetisi, namun ia kini menjadi bayang-bayang dari dirinya sendiri. Tim Real bergerak di sekitar penyerang Portugal itu untuk memberinya peluang demi peluang, namun di Liga Spanyol ia hanya mengemas empat gol dari 13 penampilan.

Gareth Bale memiliki koleksi gol yang sama dari tujuh pertandingan. Pemain asal Wales ini mengemas kedua gol Real saat melawan Celta Vigo pada malam yang pahit bagi sang juara bertahan, di mana mereka beruntung dapat membawa pulang satu poin.

Berdasarkan penampilan-penampilan di sana terdapat argumen untuk pendekatan taktik Real yang terstruktur di sekitar Bale, namun Zidane tidak dapat mengandalkan pemain sayap yang rawan cedera itu untuk tetap bugar.

Skuad Real diperlemah pada musim panas dengan hengkangnya penyerang Alvaro Morata ke Chelsea dan gelandang James Rodriguez ke Bayern Munich. Pada saat sama para pemain yang didatangkan belum memperlihatkan penampilan meyakinkan.

Theo Hernandez dan Dani Ceballos merupakan dua pemain muda paling menjanjikan di Liga Spanyol. Namun Zidane kelihatannya belum akan mengandalkan keduanya, dan lebih memilih untuk bertahan pada apa yang telah diusahakan dan diyakininya. Malangnya bagi sang pelatih, tim yang sarat pengalaman pada musim lalu ini kini terlihat “kehabisan bensin,” demikian dilansir Reuters.

Real Madrid akan kembali berlaga pada Kamis dinihari dengan menghadapi Numancia d Copa del Rey. Mereka berada di posisi menguntungkan karena sudah unggul 3-0.

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *